Muli Mekhanai Rajabasa

Kilas Balik

Dari Keresahan, Lahir Gerakan

Awal Mula

ajabasa, sebuah kecamatan di jantung Kota Bandar Lampung, menyimpan kekayaan budaya yang dalam — tapi juga menyimpan keresahan yang tak kalah besar. Di penghujung tahun 2016, sekelompok anak muda melihat hal yang sama: generasi mereka tumbuh tanpa akar. Tradisi Lampung yang kaya mulai terasa asing di telinga anak-anak kampung sendiri. Bahasa daerah jarang terdengar, seni tari dan musik leluhur makin sepi peminat, dan yang lebih mengkhawatirkan — semangat gotong royong di tengah masyarakat perlahan meredup.

Di sisi lain, banyak pemuda Rajabasa yang sebenarnya memiliki energi dan keinginan untuk bergerak — tapi tidak tahu harus bergerak ke mana. Tidak ada wadah. Tidak ada ruang yang mengumpulkan mereka, mengarahkan semangat itu menjadi sesuatu yang nyata dan bermakna bagi lingkungan sekitar.

Kami tidak ingin menjadi generasi yang hanya menonton budayanya sendiri punah dari kejauhan.

Titik Balik

Dari keresahan itulah, pada tahun 2017, Muli Mekhanai Rajabasa resmi berdiri. Bukan dengan modal besar, bukan dengan gedung megah — hanya dengan tekad sekelompok muda-mudi yang sepakat bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Nama Muli Mekhanai dipilih bukan tanpa alasan — dalam bahasa Lampung, ia berarti gadis dan bujang, simbol dari generasi muda yang menjadi tulang punggung peradaban.

Langkah pertama mereka sederhana: berkumpul, berdiskusi, lalu turun ke jalan. Mereka mengadakan kegiatan bersih lingkungan bersama warga, menghidupkan kembali permainan tradisional anak-anak kampung, dan memperkenalkan kembali tari-tarian Lampung kepada adik-adik mereka yang hampir tidak mengenalnya.

Tumbuh Bersama Masyarakat

Tahun berganti tahun, Muli Mekhanai Rajabasa tumbuh bukan hanya sebagai organisasi — melainkan sebagai bagian dari kehidupan warga Rajabasa itu sendiri. Program demi program lahir dari kebutuhan nyata di lapangan: bakti sosial untuk keluarga kurang mampu, pelatihan kerajinan tapis bagi pemuda putus sekolah, hingga festival budaya tahunan yang kini menjadi agenda yang ditunggu-tunggu oleh seluruh lapisan masyarakat.

Yang membuat Muli Mekhanai berbeda bukan sekadar kegiatan yang mereka jalankan — melainkan cara mereka menjalankannya. Setiap program selalu berangkat dari satu pertanyaan sederhana: Apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat kami hari ini? Dari sanalah lahir kepercayaan. Dari kepercayaan itulah, gerakan ini terus hidup.

Hari ini, Muli Mekhanai Rajabasa berdiri sebagai bukti bahwa anak muda daerah — ketika diberi ruang dan arah — mampu menjadi kekuatan yang menggerakkan, bukan sekadar generasi yang menunggu.

Arah & Tujuan

Visi & Misi

Visi

Arah yang Kami Tuju

Menjadi organisasi kepemudaan yang menjadi pelopor pelestarian budaya Lampung dan penggerak perubahan sosial yang nyata, demi terwujudnya generasi Rajabasa yang berkarakter, berdaya, dan berakar pada identitasnya.

Misi

Langkah yang Kami Ambil

  • Menghidupkan dan melestarikan seni, tradisi, dan budaya Lampung di tengah kehidupan masyarakat modern.

  • Mendorong pemuda Rajabasa untuk aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

  • Membangun ruang positif bagi generasi muda untuk tumbuh, berkarya, dan mengembangkan potensi diri.

  • Mempererat hubungan antargenerasi melalui program budaya, edukasi, dan kegiatan kemasyarakatan.

  • Menjadi mitra terpercaya bagi warga Rajabasa dalam setiap langkah menuju kehidupan yang lebih baik.

Kepengurusan

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi Muli Mekhanai Rajabasa

Gabung Bersama Kami

Mari Melangkah Bersama, Menjadi Keluarga